Senin, 10 April 2017

Peserta Seminar ACLS for Nurse antusias sampai akhir acara

Seminar ACLS di PSJ UI tanggal 9 april 2017
Seminar dan Workshop ACLS FOR NURSE telah sukses dilaksanakan kemarin (9-4-17) di Pusat Studi Jepang - Universitas Indonesia. Antusias peserta seminar sangat luar biasa sampai acara berakhir. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang tetap bertahan dari sejak awal dan keaktifan peserta dalam bertanya dan dikusi dengan pembicara.

Peserta seminar yang berasal dari berbagai daerah (Jakarta, Bogor, Tanggerang, Depok, Bekasi, karawang, Bandung, Cianjur) sangat antusias dalam mengikuti pembahasan pembicara dan video yang ditampilkan karena ACLS merupakan ilmu baru bagi kebanyakan perawat di Indonesia dimana selama puluhan tahun perawat hanya dijejali oleh pengetahuan dan keterampilan basic saja. 

ACLS for Nurse merupakan revolusi didunia pendidikan dan pelatihan perawat. Selama ini muncul stigma bahwa pelatihan advanced merupakan ranahnya kedokteran. Namun pada kenyataannya dalam penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan terutama kegawatdaruratan kardiovascular anggota tim medis jumlah perawat lebih banyak dibandingkan dokter. Amrican Heart Association (AHA) menetapkan standar bahwa Tim Penanganan Gawat Darurat Kardiovascular (Tim ACLS) jumlahnya adalah 6 orang yaitu terdiri dari team leader, ventilasi, kompresi, defibrilasi, pemberi obat dan recorder (pencatat). Biasanya dari 6 orang tersebut terdiri dari 1 orang dokter dan 5 orang perawat didalamnya.

Pada pelatihan BLS / BCLS ditekankan bagaimana caranya menangani pasien dengan henti jantung, sedangkan pada ACLS ditekankan pada bagaimana caranya agar pasien tidak jatuh pada kondisi henti jantung. Jika pasien datang dengan sadar lalu menjadi tidak sadar dan henti jantung ini merupakan tanda keterlambatan/buruknya penanganan awal dan tentunya tingkat keberhasilan pertolongan akan semakin rendah.

Seminar ACLS for Nurse merupakan pengenalan kepada perawat tentang tatalaksana lanjut dalam kegawat daruratan kardiovascular. Namun seminar tentu hanya permukaannya saja, setelah mengikuti semunar peserta diharapkan mengikuti pelatihan ACLS untuk menguasai lebih mendalam dan mendapatkan kompetensi yang diharapkan. 

Info Pelatihan ACLS for Nurse : 082112395000 (Dirham/Dini)

Minggu, 26 Maret 2017

Pelatihan Manajemen Ruang Rawat merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit

Kemampuan manajerial seorang Kepala Ruangan dalam mengelola ruang keperawatan mempunyai peran yang besar dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang berkualitas dan profesional. Kepala Ruangan dalam pengelolaan yang langsung menyentuh pasien dan keluarganya. Dalam mengelola ruang perawatan, seorang Kepala Ruangan akan bekerja dengan dan melalui seluruh staf keperawatan dan non keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan yang ada dibangsal yang menjadi kewenangan dan tanggungjawabnya.

Kepala Ruangan harus mampu mengelola Keperawatan mulai merencanakan, mengorganisir, mengarahkan serta kemampuan mengawasi sumber daya maupun sumber dana sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang efektif dan efisien pada pasien, keluarga dan masyarakat. Salah satu usaha untuk memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan professional. Kepala Ruangan harus mampu menata sistem pemberian pelayanan keperawatan.

Untuk dapat meningkatkan kemampuan manajerial Kepala ruangan dalam mengelola unit ruang perawatan merupakan suatu hal yang penting dalam mewujudkan kontribusi profesi keperawatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada umumnya dan khususnya pelayanan keperawatan yang bertanggung jawab dan bertanggung gugat di Rumah Sakit. 

Postingan Populer